Kamis, 07 Maret 2019

Selamat Datang di Sanggar Caraka




Selamat datang di Sanggar Caraka 


Sanggar Caraka adalah sebuah instansi pustaka yang diinisiasi oleh Hiday Nur dan Muhammad Roem, berlokasi di Jl. Manalagi I no.1a kelurahan Perbon kecamatan Tuban kabupaten Tuban. 


Kegiatan Sanggar Caraka diawali dengan Sinau PUEBI #1 pada tanggal 23 Desember 2018, bekerja sama dengan komunitas Forum Lingkar Pena cabang Tuban.

Sampai saat ini, kegiatan diskusi rutin yang diadakan di sanggar adalah:


1. Sinau Sejarah Sosial Umat Islam (bekerjasama dengan Muslimah Shine Tuban) setiap Sabtu jam 15.30-17.30 WIB


2. Sinau  PUEBI dan bedah cerpen, setiap Minggu pagi jam 10.00-12.00 WIB (bekerjasama dengan Forum Lingkar Pena Tuban)

3, English for writer, setiap Minggu sore jam 15.30-17.30 WIB (bekerjasama dengan Komunitas Sastra Malam Minggu Tuban)


Adapun sub-lembaga dan kegiatan yang ditangani sanggar caraka antara lain:


a. Perpustakaan sanggar caraka, sebagai tempat membaca dan meminjam buku (gratis), diskusi tentang buku, sejarah dan isu sosial, serta pelatihan kepenulisan dan kebahasaan.

b. Wisata Literasi Sanggar Caraka LITERATOUR: touring murah ke Singapore dan Malaysia (destinasi lainnya akan dibuka di kemudian hari) sambil belajar menulis sampai jadi buku.

c. Sanggar Caraka Publishing, bekerja sama dengan Nulis Aja Community

d. Sanggar Caraka BOOKSTORE

e. Sanggar Caraka Online yang digawangi Zen-zen dan MS Wijaya


Minggu, 24 Februari 2019

Membuat Outline Fiksi Bersama Dymar Mahafa


Hai, gaes-gaesku.
Selamat datang di dunia fantasi (fiksi, maksudnya).
Teman-teman akan dipandu menjelajahi kefanaan ini bersama saya, Dymar Mahafa (26).
Just call me, Dymar. I’m a girl / lady / woman. Female, okay?

Berikut adalah hal-hal yang udah aku rangkum (special for you, kok jadi genit gini gue?) sedemikian rupa dan tentunya sangat perlu digarisbawahi sebelum kalian menulis paragraf pertama dari sebuah cerita fiksi. Apa aja, sih, poinnya?

Poin-poin penting sebuah OUTLINE FIKSI:
(Novel / Novela / Kumcer)

1. Membuat premis
2. Pengenalan tokoh
3. Tulis sinopsis utuh
4. Susun elaborasi singkat per bab

1. Membuat premis

Apa itu PREMIS? Hemat kata, premis adalah benang merah dari cerita yang hendak kalian tulis.

Emang bikin PREMIS itu harus, ya?

Bagi mereka para penulis fiksi yang sudah Pro, premis adalah sesuatu yang sangat dianjurkan sebelum menggarap satu cerita utuh. Apalagi yang masih pemula, menuliskan PREMIS hukumnya wajib pakai banget, dong.

Umumnya, ada 4 pertanyaan yang akan memandu kalian dalam menyusun premis.
Sebut saja dengan “SAMBA” (Siapa, Apa, Mengapa, Bagaimana) untuk memudahkan kalian mengingat (atau malah bikin ribet? maap ala Dymar, sih, soalnya):
1. Siapa tokoh utamanya?
2. Apa keinginan si tokoh?
3. Mengapa si tokoh gagal? Sebutkan faktor penghambatnya.
4. Bagaimana si tokoh mencapai tujuannya?

Coba kita jawab pertanyaan di atas satu per satu:
1. Siapa tokoh utamanya?
            Dara (24 th); seorang PTT di sebuah SMP Negeri.
2. Apa keinginan si tokoh?
Bercita-cita menjadi seorang guru Bahasa Inggris dan abdi Negara (PNS).
3. Mengapa si tokoh gagal? Sebutkan faktor penghambatnya.
            Sederet tololitas konflik keluarga besarnya, seperti:
            a. terjadinya kasus pencurian uang oleh Riki (suami Nancy) di rumah Dara,
            b. Riyal yang hanya memanfaatkan kebaikan Dara,
            c. Maria (ibu kandung Dara) yang ditipu suatu jaringan investasi emas berbasis online,
            d. Dias (ayah kandung Dara) yang tidak merestui anaknya mengikuti seleksi CPNS.
4. Bagaimana si tokoh mencapai tujuannya?
            Bertahan dengan terus mengabdikan diri, hingga tercetus kabar baik: seorang guru Bahasa Inggris hendak purna dalam waktu dekat. Dan akhirnya Dara berhasil menjadi seorang guru Bahasa Inggris di SMP Negeri tempatnya mengabdikan diri, walau statusnya masih belum PNS.

Contoh :
PREMIS M.I.T (Mencintai Itu TOLOLITAS):
“Dara (24) yang berkeinginan menjadi guru Bahasa Inggris, namun berbagai usaha yang telah dilakukannya lagi-lagi belum berbuah manis. Kegagalannya disebabkan karena deretan kasus yang terjadi di lingkup keluarga; pencurian uang oleh Riki (kakak sepupu iparnya), Riyal yang hanya memanfaatkan kebaikannya saja, Maria (ibu kandung Dara) yang ditipu suatu jaringan investasi emas berbasis online, serta Dias (ayah kandung Dara) yang tidak merestui anaknya mengikuti seleksi CPNS. Di sisi lain, hal itu yang mempertemukannya kembali dengan Anta (24); si pintar rangking satu di kelas sewaktu mereka masih SMA dulu. Melalui carut-marut konflik tololitas yang saling berkelindan, ada kabar bahwa seorang guru Bahasa Inggris di sekolah itu hendak purna dalam waktu dekat dan akhirnya Dara berhasil menjadi seorang guru Bahasa Inggris menggantikan beliau yang purna, walau statusnya masih belum PNS.”


2. Pengenalan Tokoh 
Untuk pengenalan tokoh, pasti masing2 dari penulis punya caranya tersendiri dalam meramu tokoh2 yg ada dalam cerita.

Kalau yg aku biasa aku buat , hanya garis besarnya saja. Untuk memudahkan teman-teman memahami bagaimana menata tokoh-tokoh walau nggak detail. Paling nggak beri keterangan hubungannya apa dengan tokoh utama.

Racik tokoh2 dalam cerita sesuai keinginan kamu. Mau nyiapin foto2 per tokohnya pun juga boleh. Ditempel di papan/tembok kamar tru ditulisin namanya siapa, umurnya berapa, rumahnya mana, nomor WA nya berapa, kerjanya di mana, gajinya berapa. (Lah, udah kayak sensus penduduk Buk?)

Contoh :
1.      Dara Diamoniq (Dara) / f / 24
: tokoh utama.
2.      Delphinus Kristyo Cahyo (Pinus) / m / 25
: sahabat dekat Dara semasa SMA, beda kelas.
3.      Antares Avrama (Anta) / m / 24
: teman sekelas Dara semasa SMA, sekaligus sahabat Pinus.
4.      Riyal Bagus Sawala (Riyal) / m / 24
: laki-laki yang disukai Dara di tempat kerja.
5.      Chichi / f / 25
: sahabat dekat Dara semasa SMA, beda kelas.
6.      Yami / f / 24
: sahabat dekat Dara semasa SMA, beda kelas.
7.      Arin / f / 25
: sahabat dekat Dara; sekelas semasa SMP dan beda kelas semasa SMA.

3. Tulis Sinopsis Utuh

Premis udah beres dan cakep. Tokoh-tokohnya juga udah siap. Saatnya kalian menuliskan sinopsis cerita secara utuh hingga ketahuan bagaimana ending-nya. Jangan bilang kalian pengen nulis fiksi tapi nggak tahu ending-nya gimana. Apa kata pembaca?

Ingat. Dalam menulis sinopsis, disarankan dan sangat dianjurkan (baca: wajib) sampai ketahuan ending cerita. Mau sad end atau happy end, atau bisa juga ending nggantung (campuran antara sad end dan happy end).

Hanya saja, kalau menurutku pribadi, untuk pemula aku sarankan tentuin ending kalian dengan pasti. Happy atau Sad. Yg pasti2 dulu, karena yang nggak pasti biasanya nyakitin. (Halah)

4. Susun Elaborasi Singkat Per Bab

BAB
SUB JUDUL
ELABORASI
Ket. (optional)
I
Prolog
a.       Dara mulai jatuh hati kepada Riyal, teman kerjanya.
b.      Menceritakan masa lalu Dara; resign dari pekerjaannya sebagai tutor Bahasa Inggris, dan pengalaman kerjanya menjadi GTT di Sekolah Dasar beberapa tahun lalu.
POV 1 (Dara)
II
English Teacher Wannabe
a.       Dara mengadu nasib di ajang Seleksi CPNS.
b.      Menggambarkan rencana dan angan-angan Dara yang ingin merintis usaha restoran di Kupang, NTT.
c.       Dara lolos seleksi pertama, namun gagal berangkat di tes penentuan akhir, karena ayahnya tidak merestui dan diam-diam mendoakan Dara gagal tes seleksi pertama.
d.      Deskripsi tentang kota Kupang dan peluang merintis usaha di sana, beserta sekelumit gambaran masyarakatnya.
POV 3
III
Tololitas Pertama
a.       Mengubur impiannya sendiri sebagai seorang guru Bahasa Inggris dan lebih memilih pekerjaan yang bukan panggilan hati hanya karena iming-iming jaminan masa depan.
POV 1 (Dara)
IV
Tololitas Kedua
a.       Penyesalan Dara tentang: mencintai laki-laki yang baru pertama kali dikenal.
b.      Keberengsekan Riyal.
POV 1 (Riyal)
V
Tololitas Ketiga
a.       Mencintai status, jabatan, kekayaan yang menjadi patokan pernikahan.
POV 1 (Riki)
VI
Tololitas Keempat
a.       Mencintai uang, demi uang yang lebih banyak lagi.
POV 1 (Bu Maria)
VII
Mencintai Atau Dicintai?
a.       Elaborasi dari rentetan kejadian yang mengerucut pada “Lebih untung mana antara mencintai atau dicintai?”
POV 3
VIII
Reuni
a.       Tentang Antares Avrama.
b.      Dara dan Anta menjalin kedekatan.
c.       Dara mendapatkan beasiswa S2-nya di Melbourne.
d.      Anta diterima sebagai PPPK, yang setara PNS.
POV 3
IX
Anta’s Mind
a.       Isi pikiran Anta tentang Dara.
POV 1 (Anta)
X
Epilog
a.       Dua tahun kemudian, Anta melamar Dara di Indonesia, ketika keduanya terlibat kegiatan social bersama murid-murid Dara yang dulu (murid les Bahasa Inggris)
POV 1 (Dara) / POV 3
NB : urut-urutan/ runtutan bab bisa diobrak-abrik kembali sesuai kebutuhan ke depannya.



Membuat Outline Nonfiksi Bersama Nova DW


Kerangka tulisan atau karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Pada intinya, kerangka karangan atau tulisan penting kita buat agar tema, fokus tulisan kita tidak melebar kemana-mana.

Kenapa begitu?

Pertama, agar penulis lebih fokus pada ide atau gagasan utama yang ingin disampaikan. Tanpa kerangka penulisan, seringkali penulis, khususnya pemula melebar ke mana-mana. Kadang sangat "bernafsu" untuk memasukkan berbagai hal yang dianggap penting sehingga tidak tampak mana ide utamanya.

Kedua, dengan adanya kerangka tulisan secara otomatis kita tertuntun dalam sistematika penyusunan tulisan. Tidak jarang saat menulis kita sering melompat-lompat atau berputar-putar. Yang sudah ditulis di bagian awal kadang diungkapkan lagi di bagian tengah atau akhir. Itu semua karena tidak ada kerangka tulisan.


Fungsi atau Manfaat Kerangka Karangan


1. Untuk memudahkan penulisan sebuah karya tulis agar menjadi lebih sistematis dan rapih.

2. Untuk mencegah penulis keluar dari ide awal yang akan dibahas dalam suatu karangan yang akan digarap.

3. Untuk mencegah penulis membahas suatu ide atau topik bahasan yang sudah dibahas sebelumnya.

4. Untuk memudahkan penulis mencari informasi pendukung suatu karangan yang berupa data atau fakta.

5. Untuk membantu penulis mengembangkan ide-ide yang akan ditulis di dalam suatu karangan agar karangan menjadi lebih variatif dan menarik.


Cara Membuat Kerangka Karangan/Outline :


1. Merumuskan tema dan menetukan judul suatu karangan

Sebelum membuat karangan, tentukanlah dahulu tema karangan yang akan dibuat. Tema ini yang akan mempengaruhi seluruh isi dari karangan yang akan dibuat. Pilihlah tema-tema yang sedang hangat atau tema yang menjadi kesenangan Anda. Hal ini akan sangat membatu untuk mengembangkan karangan.

Setelah mendaptkan tema, tentukan juga judul karangan yang akan dibuat. Usahakan membuat judul yang singkat dan menarik pembaca untuk membaca karangan tersebut.

2. Mengumpulkan bahan

Setelah mendapatkan tema, yang harus dilakukan adalah mengumpulkan bahan pendukung yang berupa topik-topik yang berhubungan dengan tema untuk dikembangkan menjadi sebuah karangan. Topik-topik tersebut antara lain, pengertian, tujuan, jenis, contoh, dan lain-lain.  Catatlah semua topik yang terlintas di dalam pikiran untuk memudahkan penseleksian bahan atau topik.


3. Menseleksi bahan

Setelah mendapatkan topik, seleksilah topik-topik tersebut yang sesuai dengan tema karangan dan penting. Hindari membahas topik-topik yang tidak penting untuk di bahas.

4. Mengembangkan kerangka karangan

Jika sudah mendapatkan tema, judul dan topik, buatlah karangan yang utuh dengan cara mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat. Perluas topik-topik yang telah ditentukan pada kerangka dan usahakan jangan membahas topik yang tidak ada di dalam kerangka karangan.



Secara sederhana kerangka tulisan terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Namun, kita bisa membuatnya lebih terperinci lagi dengan memberikan pointer-pointer terutama pada bagian isi.

Misalnya, kita akan membuat sebuah tulisan ilmiah tentang "Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia." Mari kita coba buat kerangka tulisannya seperti berikut ini.

Pada pendahuluan kita bisa ungkapan masalah parahnya praktik korupsi di Indonesia, bisa disinggung juga di sini upaya pemberantasannya namun ternyata belum maksimal.

Pada bagian isi yang merupakan inti tulisan kita bisa paparkan di sini mengapa praktik korupsi di negeri ini sulit diberantas, apa saja faktor-faktornya serta bagaimana mengatasinya dari berbaga segi.

Dan di bagian penutup kita bisa tegaskan upaya yang harus terus menerus dilakukan oleh berbagai pihak untuk tidak saja memberantas tetapi yang terpenting mencegah tindakan korupsi.

Contoh Outline dari buku Nova DW 

"Selalu Ada Jalan Terbaik"


Judul : Selalu Ada Jalan Terbaik

Kata Pengantar

Daftar Isi
Bab I Pendahuluan

Bab II Isi

2.1 Ujian Hidup
A. Ujian hidup manusia
B. Bentuk-bentuk ujian hidup

2.2 Ragam Permasalahan Hidup
A. Antara Ujian kesulitan dan kemudahan
B. Putus asa bukan untuk pemenang
C. Berpikir negatif melemahkan hati
D. Kegagalan bukan akhir dari segalanya
E. Serakah menjadi bencana
F. Mudah sakit hati
G. Mementingkan diri sendiri
H. Suka berlebihan
I. Tidak mau mendengarkan dengan hati
J. Kaya untuk gaya

2.3 Make over hati
A. Makna dan tujuan make over hati
B. Pentingnya make over hati
C. Cara make over hati
 > positive thinking
 > ubah pola pikir
 > move on
 > keep fighting
 > terus maju
 > enjoy your life
 > menyibak kekuatan diri
 > perbaiki hubungan dengan Tuhan
 > berdamai dengan diri sendiri

Bab III Penutup

Daftar Isi

Biodata Penulis




Sabtu, 16 Februari 2019

Pengumuman Peserta Batch 3



Selamat siang sobat NACers, hari ini kami akan mengumumkan peserta-peserta yang berhasil lulus menjadi anggota Nulis Aja Community Batch 3.

Kami ucapkan terima kasih atas antusiasnya para peserta yang mencapai 77 peserta yang telah mendaftarkan secara resmi melalui formulir yang kemarin telah diberikan.

Dengan ini kami menyatakan sebanyak 39 peserta batch 3 yang lulus. Selamat bagi yang telah lulus administrasi karena telah melaksanakan 4 syarat dengan baik, nama-nama tersebut akan segera dimasukkan oleh tim kami di grup whatssap khusus.







Dan peserta lainnya dinyatakan lulus bersyarat.


Keterangan : 
Kolom Warna Biru : Sudah memenuhi syarat
Kolom Warna Putih/no color : Belum memenuhi syarat




Bagi 54 peserta lainnya yang lulus bersyarat jangan sedih ya, kamu masih bisa menjadi bagian dari NAC asalkan kamu melengkapi persyaratannya sampai tanggal 19 Februari 2019. 
Syaratnya ada 4 yaitu:

1.       SB           = Share Banner (dibawah ini) Nulis Aja Community di meda sosial kamu, pilih salah satu Instagram ataupun Facebook. Untuk di Instagram harus di posting di feed kamu ya bukan di story.

Unduh banner ini dan upload di sosial media kamu ya


2.       KTP        = Mengirimkan foto KTP kamu

3.       FIG         = Mengikuti Akun instagram NAC di link berikut >> Link Instagram NAC

4.       FFB         = Mengikuti Akun Facebook NAC di link berikut >> Link Facebook NAC

Gimana gampangkan? Sekarang kamu lihat kolom mana yang nggak berwarna biru di nama kamu. 
Lalu lengkapi segera ya. Jika sudah melengkapi persyaratan yang kurang, screenshoot  semua syaratnya dan kirimkan dengan DM (Direct Message) ke akun instagram NAC. Dengan format Nama#Syarat yang kurang. Misal Aliya#FIG#FFB lalu kirimkan hasil screenshoot tanda kamu sudah melakukan syaratnya.

Bagi yang tidak mengumpulkan persyaratan sampai tanggal 19 Februari 2019. Akan kami diskualifikasi.

Contoh Screenshoot kamu sudah Share Banner NAC

Contoh Screenshoot kamu sudah Follow Akun Facebook NAC

Contoh Screenshoot kamu sudah Follow Akun Instagram NAC

Pertanyaan lebih lanjut bisa tulis di kolom komentar dibawah ya, atau DM di instagram kami.

© Sanggar Caraka
Maira Gall